Al Fatih Sang Penakluk Konstantinopel

Muhammad Al fatih adalah penakluk konstantinopel, dia adalah satu Sultan Turki pada zaman kerajaan Turki Usmani. Dia seorang yg mempunyai kepandaian dan kebranian yg luar biasa. Dalam sejarah nya di ceritakan Sikap tegas dan keimanan nya menjadi kan dia orang nya berhasil menaklukan kota konstatinopel dari kekaisaran Romawi Timur, dan kemudian berganti nama dengan Istanbul,Yang dijadikan ibu kota kerajaan Turki Usmani.

Siapakah Muhammad Al-Fatih?

Dalam artikel ini Mehmed bin Murad atau yg biasa dikenal dengan sebutan Muhammad al-Fatih dilahirkan pada 27 Rajab 835 H/30 Maret 1432 M di Kota Erdine, ibu kota Daulah Utsmaniyah saat itu. Ia adalah putra dari Sultan Murad II yang merupakan raja keenam Daulah Utsmaniyah.

Muhammad al-Fatih adalah salah seorang raja atau sultan Kerajaan Utsmani yang paling terkenal. Ia merupakan sultan ketujuh dalam sejarah Bani Utsmaniah.

Al Fatih, yang bermakna Sang Penakluk, merupakan gelar yang ia terima di tahun 1453. Gelar tersebut disematkan kepadanya setelah berhasil menaklukan Konstantinopel, benteng terkuat di dunia pada kala itu.

Sultan Muhammad al-Fatih memerintah selama 30 tahun. Selain menaklukkan Binzantium, ia juga berhasil menaklukkan wilayah-wilayah di Asia, menyatukan kerajaan-kerajaan Anatolia dan wilayah-wilayah Eropa, dan termasuk jasanya yang paling penting adalah berhasil mengadaptasi menajemen Kerajaan Bizantium yang telah matang ke dalam Kerajaan Utsmani.

Al Fatih penakluk konstantinopel

Ayah dari Muhamad Al Fatih yaitu Sultan Murad II memiliki perhatian yang besar terhadap pendidikan anaknya. Ia menempa buah hatinya agar kelak menjadi seorang pemimpin yang baik dan tangguh.

Perhatian tersebut terlihat dari beliau kecil yang telah menyelesaikan hafalan Alquran, mempelajari hadis-hadis, memahami ilmu fikih, belajar matematika, ilmu falak, dan strategi perang.

Selain itu, Al Fatih juga mempelajari berbagai bahasa, seperti: bahasa Arab, Persia, Latin, dan Yunani. Tidak heran, pada usia 21 tahun Muhammad sangat lancar berbahasa Arab, Turki, Persia, Ibrani, Latin, dan Yunani.

Walaupun usianya baru seumur jagung, sang ayah, Sultan Murad II, mengamanati Sultan Muhammad memimpin suatu daerah dengan bimbingan para ulama. Hal itu dilakukan sang ayah agar anaknya cepat menyadari bahwa dia memiliki tanggung jawab yang besar di kemudian hari.

Menjadi Penguasa Utsmani

Muhammad Al Fatih diangkat menjadi Khalifah Utsmaniyah pada tanggal 5 Muharam 855 H bersamaan dengan 7 Febuari 1451 M. Program besar yang langsung ia canangkan ketika menjabat sebagai khalifah adalah menaklukkan Konstantinopel.

Langkah pertama yang beliau lakukan untuk mewujudkan cita-citanya adalah melakukan kebijakan militer dan politik luar negeri yang strategis. Ia memperbarui perjanjian dan kesepakatan yang telah terjalin dengan negara-negara tetangga dan sekutu-sekutu militernya. Pengaturan ulang perjanjian tersebut bertujuan menghilangkan pengaruh Kerajaan Bizantium Romawi di wilayah-wilayah tetangga Utsmaniah baik secara politis maupun militer.

Full Cerita dan Video klik dsini

Loak-in
Logo
Reset Password
Shopping cart