Perbedaan Preloved Dan Thrift

Perbedaan Preloved dan Thrift
Preloved adalah barang bekas milik pribadi yang masih layak dipakai, seperti pakaian, sepatu, elektronik dan lain-lain  sedangkan thrift adalah barang bekas yang berasal dari luar negeri dalam jumlah yang banyak.

Thrift identik dengan barang bekas. Biasanya barang bekas berasal dari luar negeri, di Indonesia lebih dikenal dengan istilah barang Bal, biasanya para penjual akan membeli produk thrift secara bal atau istilah karungan, lalu para penjual tersebut akan menjual kembali produknya secara eceran ataupun  grosir.

Berikut keuntungan dari membeli barang Preloved:

  1. Harga lebih murah daripada beli baru, karena rata-rata produk preloved yang dijual oleh pemiliknya biasanya masih cukup terawat dalam kondisi yang masih sangat layak pakai.
  2. Kebanyakan barang preloved dijual oleh pemiliknya dikarenakan sudah tidak terpakai atau kondisi rumah si pemilik sudah kebanyakan barang atau ingin pindah rumah, sehingga kedua belah pihak baik pembeli dan penjual saling membutuhkan maka akan terjadi negosiasi yang baik.
  3. Bisa mendapatkan barang baru namun seharga barang bekas, tidak dapat dipungkiri kecenderungan konsumtif menjadi salah satu lifestyle di negara kita sehingga cukup banyak orang yang membeli barang tidak sesuai dengan kebutuhan atau belanja barang hanya untuk melepas stres dan cukup banyak kaum hawa yng senang belanja dengan istilah “Laper mata”, sehingga banyak barang yang belum pernah dipakai namun menumpuk dirumah. Ini lah yang biasanya di cari oleh para pemburu preloved, karena mereka bisa mendapatkan barang baru dengan harga miring.
  4. History barang preloved lebih jelas karena biasanya dibeli dari pemiliknya nya langsung sehingga bisa mendapatkan informasi yang lengkap dan lebih akurat, khususnya jika yang akan dibeli adalah produk elektronik.

Perbedaan preloved dan thrift

Keuntungan dari membeli produk thrift:

  1. Harga sangat murah, namun hal ini bergantung dari keahlian negosiasi dengan penjual karena kebanyakan produk thrift dibeli untuk dijual kembali baik secara satuan ataupan grosir, cukup banyak orang yang menjadikan thrift untuk memulai usaha mereka sendiri.
  2. Produk dipastikan Impor dari luar negeri karena tidak ada di pasar lokal.
  3. Memiliki seni saat mencari barang yang diinginkan, karena harus sangat teliti dalam memilih produknya dengan banyaknya jenis barang yang ditawarkan oleh penjual, selain itu jika sudah menemukan barang yang diinginkan harus di cek kembali secara cermat agar produk yang dibeli tidak ada kekurangan seperti ada bagian yang terkena luntur atau ada cacatnya.
  4. Bisa membeli secara bal yang artinya masih terdapat segel yang memastikan kalau barang yang dibeli benar-benar di impor langsung dari luar negeri.

Sekian ulasan singkat mengenai perbedaan preloved dan thrift yang saat ini menjadi tren tersendiri buat para pecintanya.

Loak-in
Logo
Reset Password
Shopping cart